Rabu, 27 Juli 2011

7 Negara Yang Tidak Memiliki Kekuatan Militer


GOKILONLINE.com – Hi GOlers! Kekuatan militer sangat diperlukan bagi kedaulatan suatu negara. Namun, beda dengan 7 negara ini. Mereka tidak memiliki militer yang memadai untuk menjaga kedaulatan negaranya. Penasaran? Silahkan baca artikel di bawah ini yang kami himpun dari berbagai sumber.
1. Solomon island
Kepulauan solomon, yang mengejutkan, tidak terdiri dari beberapa pulau, tetapi mereka total dalam ribuan. Kepulauan solomon mampu membentuk pemerintah yang stabil sampai sekitar tahun 1998. Selama 1998-2006, negara itu dipenuhi dengan kesalahan dalam pemerintahan, kejahatan dan konflik etnis. Untuk berhasil mengatasi masalah ini, selandia baru dan australia, baik campur tangan untuk memulihkan perdamaian.
siapa pelindung nya ?
tidak ada set pelindung kepulauan solomon, namun negara telah membayar ke australia oleh unsur-unsur tertentu untuk pertahanan. Jika terjadi perang, australia mungkin akan menjadi negara pertama yang menawarkan pembelaan. (image: “kapten warren frederick martin clemens, pasukan pertahanan protektorat inggris kepulauan solomon (bsipdf), dengan enam anggota bsipdf pramuka,”
2. Costa Rica
Walaupun pernah memiliki militer. Kosta rika tetap menjadi salah satu dari banyak negara tanpa tentara formal. Pada tanggal 1 desember 1948, josé ferrer figueres, presiden saat itu, menandatangani undang-undang yang akan menghapuskan militer setelah perang saudara fatal di kosta rika yang menewaskan hampir 2.000 orang.
siapa pelindung nya ?
berkat perjanjian bantuan timbal balik inter-amerika tahun 1947, jika negara manapun menyerang atau menyatakan perang dgn kosta rika, negara ini dapat bergantung pada 21 negara lain termasuk amerika serikat, chili dan kuba untuk menyediakan beberapa jenis kekuatan militer untuk pertahanan .
3. Samoa
Samoa tidak memiliki kekuatan militer yang ditentukan dan dapat digunakan jika diperlukan. Sebaliknya, negara ini harus bergantung pada persahabatan dengan negara-negara lain untuk mencari perlindungan dan pertahanan dalam masa perang. Negeri ini memang memiliki polisi samoa, tapi tentu saja, hal ini jelas tidak dianggap sebagai kekuatan militer negara.
siapa pelindung nya ?
samoa memiliki perjanjian persahabatan dengan selandia baru pada tahun 1962. Dalam hal perang atau invasi asing lainnya, samoa dapat meminta bantuan militer yang diperlukan kepada selandia baru. Namun, perjanjian tersebut menyatakan bahwa setiap negara dapat menarik perjanjian kapan saja, jika ingin.
4. Palau
Meskipun tidak ada kekuatan militer nasional, palau memiliki kepolisian yang telah dibuat untuk memberikan perlindungan yang diperlukan untuk warga sipil. Tetapi jika terjadi perang, palau harus menjangkau bantuan dari negara-negara lain untuk menyediakan semacam sistem pertahanan.
siapa pelindung nya ?
berdiri sebagai asosiasi negara, palau akan dilindungi oleh amerika serikat jika negara ini diserang negara lain atau jika memutuskan untuk perang dengan palau. Hal ini disebabkan karena perjanjian asosiasi free 1983, yang pada dasarnya membuat protektorat amerika serikat palau.
5. Andorra
Meskipun tidak memiliki tentara yang terorganisir, negara kecil andorra cukup berani untuk menyatakan perang terhadap jerman pada 1914 dan bergabung dengan apa yang disebut great war. Pada tahun 1931, kelompok tentara digantikan oleh polisi nasional andorra. Kelompok ini terdiri dari sekitar 240 pria, diciptakan untuk membantu menjaga perdamaian. Bergabung dengan kepolisian sangat penting, jika anda seorang pria dengan pistol.
siapa pelindung nya ?
perancis dan spanyol telah berkomitmen untuk menjadi penjaga militer negara itu 181 mil persegi karena lokasinya (daratan). Bahkan pada tahun 1933, butuh kekuatan militer dari perancis untuk membantu menyelesaikan kerusuhan sipil di negara ini. Selain kedua negara, pasukan nato juga bisa mengambil bagian dalam perlindungan negara jika diperlukan.
6. Marshall Island
di bawah compact of free association pada tahun 1983, kepulauan marshall diberikan status negara berdaulat. Juga terlibat dalam pakta ini federasi mikronesia dan palau. Berdasarkan perjanjian, ketiga negara akan bebas, tetapi akan berdiri sebagai negara yang terkait ke as ini berarti bahwa as akan menjadi protektorat dan kepulauan marshall tidak akan memiliki kekuatan militer reguler, atau tanggung jawab negara untuk pertahanan selama masa perang.
siapa pelindung nya ?
karena kepulauan marshall dianggap terkait dengan negara bagian amerika serikat, as bertanggung jawab penuh untuk pertahanan dan keamanan nasional. Jika pulau-pulau tersebut diserang, as harus menyediakan dukungan militer yang diperlukan untuk membantu dalam perang.

7. Vatican
Disebut negara terkecil di dunia, vatikan adalah sebuah negara yang tidak memiliki jure militer, tetapi hal ini tidak selalu terjadi. Di masa lalu, ada banyak kelompok-kelompok militer yang diciptakan untuk melindungi negara dan yang paling penting, paus. Secara khusus, garda mulia dan garda palatine di sana, tapi paulus vi menghapuskan dua kelompok pada tahun 1970.
siapa pelindung nya ?
garda swiss, kelompok ini dirancang untuk melindungi paus dan istana vatikan. Ada juga gendarmerie, tetapi kelompok ini dianggap sebagai sipil daripada kekuatan militer. Mereka bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum, kontrol lalu lintas, pengawasan perbatasan dan menyelidiki aktivitas kriminal.

Selasa, 26 Juli 2011

Band Baru Mike Portnoy: “Adrenaline Mob”

by Dwie Sullivan on 05:54 PM, 25-Jun-11
Mike Portnoy mantan additional drummer Avenged Sevenfold yang telah berjasa dalam membantu recording album "Nightmare", baru saja merilis band barunya yang diberi nama "Adrenaline Mob".

Band ini beranggotakan Russell Allen (Vokal), Mike Orlando (Gitar), Paul Di Leo (Bass), dan Rich Ward (Gitar), serta Mike Portnoy (drum).

Menurut Russell, Ia mendeskripsikan Adrenaline Mob sebagai band beraliran rock, dengan sound yang modern namun tidak akan mengarah pada pogressive rock ataupun metal. Dia menyebutnya dengan "Old Crunchy Rock Stuff".

Dalam waktu dekat, mereka akan menampilkan perform debut mereka dihadapan publik pada 24 Juni mendatang di The Hiro Ballroom, New York City. Pada konser ekslusif tersebut mereka akan membawakan beberapa lagu dari album debut mereka yang akan segera dirilis.

Dan di bawah ini merupakan foto para personil "Adrenaline Mob" :





Pemerintah Siapkan Dana US$ 1 Milyar Untuk Membeli Kapal Selam


JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran lebih dari US$ 1 miliar (sekitar Rp 8,6 triliun) untuk membeli kapal selam TNI AL. Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Susilo, mengatakan rencana pembelian kapal selam sudah dianggarkan sejak 2005. Anggarannya, "Tidak lebih dari US$ 2 miliar," kata Susilo kepada Tempo, Minggu (5/6).

Pada 2005, pemerintah hanya menganggarkan US$ 700 juta, dengan asumsi harga kapal selam US$ 350-400 juta per unit. Seiring dengan berjalannya waktu, anggaran pun bertambah.

Untuk tahap awal, akan dipesan dua kapal selam untuk memperkuat armada TN AL. "Tahun ini kami harapkan bisa eksekusi," ujar Susilo. Sebelumnya, KSAL Soeparno, menyebutkan bahwa TNI AL membutuhkan minimal enam kapal selam.

Susilo menambahkan, idealnya TNI AL memiliki sepuluh kapal selam untuk menjaga wilayah laut Indonesia. Tiga unit untuk disiagakan di kawasan timur, tengah, dan barat perairan Indonesia. Tiga lainnya untuk pelatihan. Sisanya, "Cadangan jika kapal lain diperbaiki," kata dia.

Ditanya mengenai harga per-unit, Susilo enggan menyebutkan harga kapal selam yang akan dipesan. Susilo hanya mencontohkan kapal selam Scorpene produk Prancis yang dibeli Malaysia dengan harga 550 juta euro atau sekitar US$ 800 juta. "Tergantung kelengkapannya. Sekarang masih pembahasan teknis," katanya. Kapal selam TNI AL itu bakal dilengkapi senjata, seperti torpedo dan peluru kendali

Kapal selam kelas Kilo





Kilo adalah nama kelas yang diberikan NATO untuk kapal selam militer bertenaga diesel buatan Rusia. Versi asli dari kapal selam ini di Rusia dikenal dengan nama Project 877. Kapal selam kelas ini juga memiliki versi yang lebih baru yang dikenal dengan namaImproved Kilo dan di Rusia dikenal dengan Project 636.
Berfungsi sebagai anti kapal permukaan dan anti kapal selam dan beroperasi di perairan dangkal. Kapal selam kelas Kilo mampu beroperasi dengan tenang. Project 636 dikenal sebagai salah satu kapal selam yang menghasilkan suara terlemah di dunia.
Kapal selam pertama kelas Kilo untuk Angkatan Laut Uni Soviet beroperasi pada tahun 1982. Angkata Laut Rusia masih memiliki kapal selam kelas ini, dan per tahun 2000 dilaporkan memiliki 14 buah kapal selam kelas ini termasuk 7 cadangan. 21 buah diekspor ke beberapa negara :
  •  Aljazair (2 kelas Kilo)
  •  Cina (2 kelas Kilo, 2 kelas Improved Kilo, dan 8 kelas Improved Kilo dalam pesanan)
  •  India (10 kelas Kilo)
  •  Iran (3 kelas Kilo)
  •  Polandia (1 kelas Kilo - ORP Orzel (kelas Kilo)
  •  Rumania (1 kelas Kilo, dalam keadaan tidak operasional)
Mengembalikan Kekuatan Dirgantara PDF Print
Sunday, 03 July 2011
Namanya TupolevTU- 16B/KS.Pesawat tempur itu masih tampak gagah di Museum Dirgantara di kompleks Lanud Adisutjipto Yogyakarta.Tupolev hanya satu dari sederet pesawat tempur andal yang pernah membuat Indonesia sangat ditakuti lawan.


TU-16 yang dijuluki Badger oleh NATO merupakan pesawat buatan Uni Soviet.Pesawat jet bermesin ganda ini memiliki fungsi utama sebagai pesawat pengebom.Tupolev dibuat dalam berbagai varian. Indonesia merupakan satusatunya negara di ASEAN yang pada 1961 menggunakan pesawat ini.

Indonesia memiliki 25 unit Tupolev kala itu.Dengan kemampuan menjelajah hingga kecepatan 510 knot (945 km/jam) dan persenjataan berupa 7 ea kanon 23 mm,ia menjadi momok bagi lawan.Belum lagi dengan bom naval dan peluru kendali seberat 9.000 kg yang sewaktu-waktu siap dijatuhkan.Betul-betul mengerikan ancaman Tupolev.

Belanda dengan kapal induknya Karel Doorman yang telah merasakannya ketika pertempuran memperebutkan Irian Barat. Tupolev kemudian pensiun pada 1969.F-28 Avron Sabre buatan Australia kemudian menjadi salah satu andalan. Pesawat untuk buru sergap ini dilengkapi persenjataan melimpah, misalnya dua cannon aden 30 mm dan 24 roket dipadu dengan kecepatan terbang yang mencapai 1.125 km/jam,F-28 Avron siap melumpuhkan lawan.

F-28 kemudian pensiun pada era 1981. Selepas masa itu,kekuatan dirgantara terus menurun hingga puncaknya sekitar 1992.”Tahun 1960 sampai 1992 kita memiliki sebuah kekuatan yang bisa diandalkan. Kemudian berangsurangsur adanya waktu kita bergeser ke blok barat,blok timur ditinggalkan,”kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro kala bersama media mengunjungi museum itu, Kamis (30/6).

 Indonesia tidak ingin berlarut-larut dengan kondisi ini.”Sampai dengan saat ini kita sedang proses membangun angkatan udara.Seperti program minimum essential force (MEF) yang sudah digulirkan, pemerintah memiliki komitmen bahwa kita akan mengganti pesawat-pesawat yang sudah uzur umurnya perlu diganti dengan pesawatpesawat yang baru,”tuturnya.

Sejumlah pesawat tempur pun dibidik untuk didatangkan memperkuat angkatan udara, di antaranya F-16 asal Amerika Serikat,T-50 dari Korea,dan Sukhoi dari Rusia.Ada pula yang tinggal menunggu kedatangan seperti pesawat Super Tucano dari Brasil. Bambang Samoedro mengungkapkan,diperkirakan Maret tahun depan sudah ada sekitar empat unit pesawat Super Tucano yang tiba.

”Kita beli satu skadron atau 16 unit.Prosesnya (pengiriman) bertahap,”ujarnya. Pesawat ini diproyeksikan menggantikan OV-10 Bronco yang sudah pensiun dan ditempatkan di Malang. Super Tucano akan digunakan untuk patroli di wilayah perbatasan.”Untuk counter insurgency, kita masih butuh,perbatasan kita ada perbatasan Kalimantan,Papua, dan lain-lain,”sebut dia.

Pembelian pesawat ini nantinya diikuti dengan pengadaan sistem persenjataannya.” Sekarang barangnya dulu,nanti persenjataannya mengikuti,apa saja yang dibutuhkan,”kata Bambang. Mengenai kemampuan awaknya,Bambang mengaku tidak ada kendala.Sebab,saat ini awak untuk Super Tucano sudah dipersiapkan dari para pilot yang dulunya menerbangkan OV-10.

”Komandannya juga sudah ada.Transisi tidak akan lama,”paparnya optimistis. AdapunT-50 akan menggantikan Hawk MK53. Adapun untuk pesawat tempur F16 dari Amerika Serikat merupakan hibah pesawat lama,tapi masih layak pakai. Usia F-16 ini sama seperti F-16 yang telah dimiliki Indonesia.

”Keinginan kita adalah di upgrade kemampuan off unit nya, kemudian kita juga mendapatkan persenjataan yang lebih advance,”terangnya. TNI Angkatan Udara juga akan melakukan penambahan enam pesawat tempur Sukhoi untuk melengkapi yang saat ini ada 10 unit. Demikian pula juga akan diadakan secara bertahap pesawat angkut dan helikopter.

”Kita punya program 2014,masalah datangnya kapan kan terserah.Harapan 2014 sudah datang yang banyak,”tutur dia. Tidak saja pesawat,sumber daya manusia yang akan melengkapi pengawakan alutsista yang jumlahnya bertambah itu juga diperbanyak.Akademi Angkatan Udara dan Skadron Pendidikan di Lanud Adisutjipto siap untuk menyuplai.

Komandan Skadik 104 Lanud Adisutjipto, Mayor Pnb Indan Gilang menuturkan, ada beberapa yang menjadi perhatian penting dalam merekrut siswa penerbang,di antaranya kemampuan,kesehatan, dan psikologisnya. ”Lulusan AAU tiap tahun sekitar 20–30 yang menjadi penerbang,”sebutnya.

2012, Pemerintah Datangkan Super Tucano  

Sejumlah pesawat NOMAD milik TNI AL melakukan atraksi diatas Lapangan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Jumat (17/6). Simulasi ini bagian dari peringatan Hari Penerbangan Angkatan Laut ke 55. Selain aksi penumpasan teroris, ada aktraksi sejumlah pesawat dan helikopter serta terjun payung. TEMPO/Fully Syafi

Berita terkait

<a href='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/ck.php?n=a6f00733&cb=' target='_blank'><img src='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/avw.php?zoneid=400&cb=&n=a6f00733' border='0' alt='' /></a>
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Pesawat serang EMB-314 Super Tucano yang dipesan pemerintah dari Brazil akan mulai didatangkan pada awal 2012 nanti. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Bambang Samoedro, mengatakan empat unit pertama dari satu skuadron yang dipesan direncanakan tiba pada Maret. "Sisanya didatangkan bertahap," katanya di Sekolah Penerbang Adi Sutjipto Yogyakarta, Kamis 30 Juni 2011.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pembelian dilakukan November tahun lalu dengan produsen Tucano, Embraer Brazil. Satu skuadron Super Tucano terdiri dari 16 pesawat dibeli untuk menggantikan pesawat OP10 di Skuadron 21 Malang yang sudah habis masa jam terbangnya.

Super Tucano adalah jenis pesawat serang ringan dengan fungsi patroli pemantauan dan sebagai pesawat latih. Pesawat ini dilengkapi dengan baling-baling, teknologi avionik modern, dan sistem persenjataan. Pesawat ini juga biasa digunakan dalam operasi counter-insurgency atau operasi penumpasan pemberontakan.

Bambang Samoedro mengatakan, pilihan kepada Super Tucano diambil karena pesawat ini dinilai memiliki kualitas paling baik di antara pesawat sejenis lainnya. Sebelumnya TNI Angkatan Udara juga mempertimbangkan membeli pesawat serang kecil K9 buatan Cina dan KO1B buatan Korea. Tapi, pilihan akhirnya jatuh pada Super Tucano.

Setelah mendatangkan Super Tucano, TNI Angkatan Udara juga sedang mengusulkan penambahan pembelian enam unit pesawat tempur Sukhoi dari Rusia dan pesawat tempur F16 bekas dari Amerika Serikat. Usulan pembelian Sukhoi sudah diajukan ke Kementerian Pertahanan. Sementara pembelian F16 sedang menunggu persetujuan pihak AS. Selain pesawat tempur, TNI AU juga berencana menambah pesawat angkut dan heli dalam waktu dekat.

Indonesia Dapat Jatah 50 Jet Tempur Korea Selatan  

Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara

Berita terkait

<a href='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/ck.php?n=a6f00733&cb=' target='_blank'><img src='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/avw.php?zoneid=400&cb=&n=a6f00733' border='0' alt='' /></a>
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia mendapatkan 50 unit pesawat jet tempur KF-X/IF-X hasil kerja sama dengan Korea Selatan. Selain itu, juga mendapatkan keuntungan berupa hasil investasi sebesar 20 persen dari produksi dan penjualan pesawat secara keseluruhan. "Karena kita punya andil saham sebesar 20 persen di dalam proyek itu," kata Purnomo di Jakarta, Senin, 11 Juli 2011.

Pesawat tempur KFX adalah pesawat tempur generasi 4,5 setingkat dengan pesawat F-18 buatan Amerika Serikat. Pesawat ini akan dibikin bersama oleh insinyur-insinyur Korea Selatan dan Indonesia. Pesawat KFX itu akan memiliki teknologi di atas rata-rata pesawat yang dimiliki oleh Indonesia saat ini, seperti Sukhoi buatan Rusia dan F-16 yang notabene masuk dalam pesawat tempur generasi keempat.

Menteri mengatakan kerja sama pengembangan pesawat tempur dengan Korea Selatan itu bukanlah proyek bersama yang pertama. Sebelumnya, Indonesia pernah bekerja sama dengan Korea untuk pengembangan kapal jenis LPD (landing platform dock). Dua unit di antaranya dibangun di Korea Selatan dan dua unit sisanya dikembangkan oleh PT PAL. Salah satu kapal itu menjadi kapal perawatan atau kapal Rumah Sakit KRI Suharso.

"Kita tidak meragukan Korea karena kerja sama pertahanan dengan Korea selama ini cukup sukses. Terbukti mereka mau melakukan transfer teknologi," kata Purnomo. Bahkan, PT PAL saat ini sudah mulai memproduksi kapal dengan platform LPD untuk memenuhi pesanan dari Filipina.

Korea adalah salah satu negara yang maju dalam mengembangkan industri senjata. Indonesia telah mendatangkan beberapa peralatan tempur dari Negeri Gingseng itu. Selain mendatangkan kapal LPD, Indonesia juga telah memboyong pesawat bikinan Korea Selatan, KT-1 Wong Bee. Pesawat ini selain digunakan sebagai pesawat latih, juga digunakan sebagai pesawat akrobatik. Korea saat ini juga sedang mengembangkan pesawat pengganti F-5 Tiger. Purnomo mengatakan Indonesia juga berencana untuk membeli pesawat ini nantinya.

Direktur Jenderal Rencana Pertahanan Marsekal Muda BS. Silaen mengatakan total anggaran untuk pengembangan pesawat KFX senilai US$ 8 miliar. Sekitar 80 persen biaya ditanggung oleh Korea Selatan dan 20 persen atau US$ 1,6 miliar ditanggung oleh Pemerintah Indonesia. "Tahun 2011 ini, kami menyiapkan anggaran Rp 48 miliar," katanya.

Secara bertahap, jumlah anggaran akan ditingkatkan. Tahun depan, anggaran yang disediakan untuk pengembangan KFX mencapai Rp 100 miliar. Purnomo berjanji bahwa kementeriannya pada 2013-2015 akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun setiap tahun.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso menyambut gembira kerja sama pembuatan pesawat tempur KFX tersebut. Dia mengatakan PT Dirgantara mampu memproduksi pesawat itu dan tidak ketinggalan dengan kemampuan Korea Selatan. "Tapi, ini memang pengalaman pertama buat PT DI mendesain pesawat tempur. Harapan kami setelah ini, kami mempunyai kemampuan mendesain dan memproduksi pesawat tempur," katanya.

Untuk proyek prestisius ini, Kementerian Pertahanan mengirim 37 orang yang terdiri dari enam orang pilot pesawat tempur TNI Angkatan Udara, tiga orang tim dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan, 24 orang teknisi dari PT Dirgantara Indonesia, dan empat dosen teknik penerbangan dari Institut Teknologi Bandung.