Selasa, 26 Juli 2011

Band Baru Mike Portnoy: “Adrenaline Mob”

by Dwie Sullivan on 05:54 PM, 25-Jun-11
Mike Portnoy mantan additional drummer Avenged Sevenfold yang telah berjasa dalam membantu recording album "Nightmare", baru saja merilis band barunya yang diberi nama "Adrenaline Mob".

Band ini beranggotakan Russell Allen (Vokal), Mike Orlando (Gitar), Paul Di Leo (Bass), dan Rich Ward (Gitar), serta Mike Portnoy (drum).

Menurut Russell, Ia mendeskripsikan Adrenaline Mob sebagai band beraliran rock, dengan sound yang modern namun tidak akan mengarah pada pogressive rock ataupun metal. Dia menyebutnya dengan "Old Crunchy Rock Stuff".

Dalam waktu dekat, mereka akan menampilkan perform debut mereka dihadapan publik pada 24 Juni mendatang di The Hiro Ballroom, New York City. Pada konser ekslusif tersebut mereka akan membawakan beberapa lagu dari album debut mereka yang akan segera dirilis.

Dan di bawah ini merupakan foto para personil "Adrenaline Mob" :





Pemerintah Siapkan Dana US$ 1 Milyar Untuk Membeli Kapal Selam


JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran lebih dari US$ 1 miliar (sekitar Rp 8,6 triliun) untuk membeli kapal selam TNI AL. Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Susilo, mengatakan rencana pembelian kapal selam sudah dianggarkan sejak 2005. Anggarannya, "Tidak lebih dari US$ 2 miliar," kata Susilo kepada Tempo, Minggu (5/6).

Pada 2005, pemerintah hanya menganggarkan US$ 700 juta, dengan asumsi harga kapal selam US$ 350-400 juta per unit. Seiring dengan berjalannya waktu, anggaran pun bertambah.

Untuk tahap awal, akan dipesan dua kapal selam untuk memperkuat armada TN AL. "Tahun ini kami harapkan bisa eksekusi," ujar Susilo. Sebelumnya, KSAL Soeparno, menyebutkan bahwa TNI AL membutuhkan minimal enam kapal selam.

Susilo menambahkan, idealnya TNI AL memiliki sepuluh kapal selam untuk menjaga wilayah laut Indonesia. Tiga unit untuk disiagakan di kawasan timur, tengah, dan barat perairan Indonesia. Tiga lainnya untuk pelatihan. Sisanya, "Cadangan jika kapal lain diperbaiki," kata dia.

Ditanya mengenai harga per-unit, Susilo enggan menyebutkan harga kapal selam yang akan dipesan. Susilo hanya mencontohkan kapal selam Scorpene produk Prancis yang dibeli Malaysia dengan harga 550 juta euro atau sekitar US$ 800 juta. "Tergantung kelengkapannya. Sekarang masih pembahasan teknis," katanya. Kapal selam TNI AL itu bakal dilengkapi senjata, seperti torpedo dan peluru kendali

Kapal selam kelas Kilo





Kilo adalah nama kelas yang diberikan NATO untuk kapal selam militer bertenaga diesel buatan Rusia. Versi asli dari kapal selam ini di Rusia dikenal dengan nama Project 877. Kapal selam kelas ini juga memiliki versi yang lebih baru yang dikenal dengan namaImproved Kilo dan di Rusia dikenal dengan Project 636.
Berfungsi sebagai anti kapal permukaan dan anti kapal selam dan beroperasi di perairan dangkal. Kapal selam kelas Kilo mampu beroperasi dengan tenang. Project 636 dikenal sebagai salah satu kapal selam yang menghasilkan suara terlemah di dunia.
Kapal selam pertama kelas Kilo untuk Angkatan Laut Uni Soviet beroperasi pada tahun 1982. Angkata Laut Rusia masih memiliki kapal selam kelas ini, dan per tahun 2000 dilaporkan memiliki 14 buah kapal selam kelas ini termasuk 7 cadangan. 21 buah diekspor ke beberapa negara :
  •  Aljazair (2 kelas Kilo)
  •  Cina (2 kelas Kilo, 2 kelas Improved Kilo, dan 8 kelas Improved Kilo dalam pesanan)
  •  India (10 kelas Kilo)
  •  Iran (3 kelas Kilo)
  •  Polandia (1 kelas Kilo - ORP Orzel (kelas Kilo)
  •  Rumania (1 kelas Kilo, dalam keadaan tidak operasional)
Mengembalikan Kekuatan Dirgantara PDF Print
Sunday, 03 July 2011
Namanya TupolevTU- 16B/KS.Pesawat tempur itu masih tampak gagah di Museum Dirgantara di kompleks Lanud Adisutjipto Yogyakarta.Tupolev hanya satu dari sederet pesawat tempur andal yang pernah membuat Indonesia sangat ditakuti lawan.


TU-16 yang dijuluki Badger oleh NATO merupakan pesawat buatan Uni Soviet.Pesawat jet bermesin ganda ini memiliki fungsi utama sebagai pesawat pengebom.Tupolev dibuat dalam berbagai varian. Indonesia merupakan satusatunya negara di ASEAN yang pada 1961 menggunakan pesawat ini.

Indonesia memiliki 25 unit Tupolev kala itu.Dengan kemampuan menjelajah hingga kecepatan 510 knot (945 km/jam) dan persenjataan berupa 7 ea kanon 23 mm,ia menjadi momok bagi lawan.Belum lagi dengan bom naval dan peluru kendali seberat 9.000 kg yang sewaktu-waktu siap dijatuhkan.Betul-betul mengerikan ancaman Tupolev.

Belanda dengan kapal induknya Karel Doorman yang telah merasakannya ketika pertempuran memperebutkan Irian Barat. Tupolev kemudian pensiun pada 1969.F-28 Avron Sabre buatan Australia kemudian menjadi salah satu andalan. Pesawat untuk buru sergap ini dilengkapi persenjataan melimpah, misalnya dua cannon aden 30 mm dan 24 roket dipadu dengan kecepatan terbang yang mencapai 1.125 km/jam,F-28 Avron siap melumpuhkan lawan.

F-28 kemudian pensiun pada era 1981. Selepas masa itu,kekuatan dirgantara terus menurun hingga puncaknya sekitar 1992.”Tahun 1960 sampai 1992 kita memiliki sebuah kekuatan yang bisa diandalkan. Kemudian berangsurangsur adanya waktu kita bergeser ke blok barat,blok timur ditinggalkan,”kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro kala bersama media mengunjungi museum itu, Kamis (30/6).

 Indonesia tidak ingin berlarut-larut dengan kondisi ini.”Sampai dengan saat ini kita sedang proses membangun angkatan udara.Seperti program minimum essential force (MEF) yang sudah digulirkan, pemerintah memiliki komitmen bahwa kita akan mengganti pesawat-pesawat yang sudah uzur umurnya perlu diganti dengan pesawatpesawat yang baru,”tuturnya.

Sejumlah pesawat tempur pun dibidik untuk didatangkan memperkuat angkatan udara, di antaranya F-16 asal Amerika Serikat,T-50 dari Korea,dan Sukhoi dari Rusia.Ada pula yang tinggal menunggu kedatangan seperti pesawat Super Tucano dari Brasil. Bambang Samoedro mengungkapkan,diperkirakan Maret tahun depan sudah ada sekitar empat unit pesawat Super Tucano yang tiba.

”Kita beli satu skadron atau 16 unit.Prosesnya (pengiriman) bertahap,”ujarnya. Pesawat ini diproyeksikan menggantikan OV-10 Bronco yang sudah pensiun dan ditempatkan di Malang. Super Tucano akan digunakan untuk patroli di wilayah perbatasan.”Untuk counter insurgency, kita masih butuh,perbatasan kita ada perbatasan Kalimantan,Papua, dan lain-lain,”sebut dia.

Pembelian pesawat ini nantinya diikuti dengan pengadaan sistem persenjataannya.” Sekarang barangnya dulu,nanti persenjataannya mengikuti,apa saja yang dibutuhkan,”kata Bambang. Mengenai kemampuan awaknya,Bambang mengaku tidak ada kendala.Sebab,saat ini awak untuk Super Tucano sudah dipersiapkan dari para pilot yang dulunya menerbangkan OV-10.

”Komandannya juga sudah ada.Transisi tidak akan lama,”paparnya optimistis. AdapunT-50 akan menggantikan Hawk MK53. Adapun untuk pesawat tempur F16 dari Amerika Serikat merupakan hibah pesawat lama,tapi masih layak pakai. Usia F-16 ini sama seperti F-16 yang telah dimiliki Indonesia.

”Keinginan kita adalah di upgrade kemampuan off unit nya, kemudian kita juga mendapatkan persenjataan yang lebih advance,”terangnya. TNI Angkatan Udara juga akan melakukan penambahan enam pesawat tempur Sukhoi untuk melengkapi yang saat ini ada 10 unit. Demikian pula juga akan diadakan secara bertahap pesawat angkut dan helikopter.

”Kita punya program 2014,masalah datangnya kapan kan terserah.Harapan 2014 sudah datang yang banyak,”tutur dia. Tidak saja pesawat,sumber daya manusia yang akan melengkapi pengawakan alutsista yang jumlahnya bertambah itu juga diperbanyak.Akademi Angkatan Udara dan Skadron Pendidikan di Lanud Adisutjipto siap untuk menyuplai.

Komandan Skadik 104 Lanud Adisutjipto, Mayor Pnb Indan Gilang menuturkan, ada beberapa yang menjadi perhatian penting dalam merekrut siswa penerbang,di antaranya kemampuan,kesehatan, dan psikologisnya. ”Lulusan AAU tiap tahun sekitar 20–30 yang menjadi penerbang,”sebutnya.

2012, Pemerintah Datangkan Super Tucano  

Sejumlah pesawat NOMAD milik TNI AL melakukan atraksi diatas Lapangan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Jumat (17/6). Simulasi ini bagian dari peringatan Hari Penerbangan Angkatan Laut ke 55. Selain aksi penumpasan teroris, ada aktraksi sejumlah pesawat dan helikopter serta terjun payung. TEMPO/Fully Syafi

Berita terkait

<a href='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/ck.php?n=a6f00733&cb=' target='_blank'><img src='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/avw.php?zoneid=400&cb=&n=a6f00733' border='0' alt='' /></a>
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Pesawat serang EMB-314 Super Tucano yang dipesan pemerintah dari Brazil akan mulai didatangkan pada awal 2012 nanti. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Bambang Samoedro, mengatakan empat unit pertama dari satu skuadron yang dipesan direncanakan tiba pada Maret. "Sisanya didatangkan bertahap," katanya di Sekolah Penerbang Adi Sutjipto Yogyakarta, Kamis 30 Juni 2011.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pembelian dilakukan November tahun lalu dengan produsen Tucano, Embraer Brazil. Satu skuadron Super Tucano terdiri dari 16 pesawat dibeli untuk menggantikan pesawat OP10 di Skuadron 21 Malang yang sudah habis masa jam terbangnya.

Super Tucano adalah jenis pesawat serang ringan dengan fungsi patroli pemantauan dan sebagai pesawat latih. Pesawat ini dilengkapi dengan baling-baling, teknologi avionik modern, dan sistem persenjataan. Pesawat ini juga biasa digunakan dalam operasi counter-insurgency atau operasi penumpasan pemberontakan.

Bambang Samoedro mengatakan, pilihan kepada Super Tucano diambil karena pesawat ini dinilai memiliki kualitas paling baik di antara pesawat sejenis lainnya. Sebelumnya TNI Angkatan Udara juga mempertimbangkan membeli pesawat serang kecil K9 buatan Cina dan KO1B buatan Korea. Tapi, pilihan akhirnya jatuh pada Super Tucano.

Setelah mendatangkan Super Tucano, TNI Angkatan Udara juga sedang mengusulkan penambahan pembelian enam unit pesawat tempur Sukhoi dari Rusia dan pesawat tempur F16 bekas dari Amerika Serikat. Usulan pembelian Sukhoi sudah diajukan ke Kementerian Pertahanan. Sementara pembelian F16 sedang menunggu persetujuan pihak AS. Selain pesawat tempur, TNI AU juga berencana menambah pesawat angkut dan heli dalam waktu dekat.

Indonesia Dapat Jatah 50 Jet Tempur Korea Selatan  

Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara

Berita terkait

<a href='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/ck.php?n=a6f00733&cb=' target='_blank'><img src='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/avw.php?zoneid=400&cb=&n=a6f00733' border='0' alt='' /></a>
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia mendapatkan 50 unit pesawat jet tempur KF-X/IF-X hasil kerja sama dengan Korea Selatan. Selain itu, juga mendapatkan keuntungan berupa hasil investasi sebesar 20 persen dari produksi dan penjualan pesawat secara keseluruhan. "Karena kita punya andil saham sebesar 20 persen di dalam proyek itu," kata Purnomo di Jakarta, Senin, 11 Juli 2011.

Pesawat tempur KFX adalah pesawat tempur generasi 4,5 setingkat dengan pesawat F-18 buatan Amerika Serikat. Pesawat ini akan dibikin bersama oleh insinyur-insinyur Korea Selatan dan Indonesia. Pesawat KFX itu akan memiliki teknologi di atas rata-rata pesawat yang dimiliki oleh Indonesia saat ini, seperti Sukhoi buatan Rusia dan F-16 yang notabene masuk dalam pesawat tempur generasi keempat.

Menteri mengatakan kerja sama pengembangan pesawat tempur dengan Korea Selatan itu bukanlah proyek bersama yang pertama. Sebelumnya, Indonesia pernah bekerja sama dengan Korea untuk pengembangan kapal jenis LPD (landing platform dock). Dua unit di antaranya dibangun di Korea Selatan dan dua unit sisanya dikembangkan oleh PT PAL. Salah satu kapal itu menjadi kapal perawatan atau kapal Rumah Sakit KRI Suharso.

"Kita tidak meragukan Korea karena kerja sama pertahanan dengan Korea selama ini cukup sukses. Terbukti mereka mau melakukan transfer teknologi," kata Purnomo. Bahkan, PT PAL saat ini sudah mulai memproduksi kapal dengan platform LPD untuk memenuhi pesanan dari Filipina.

Korea adalah salah satu negara yang maju dalam mengembangkan industri senjata. Indonesia telah mendatangkan beberapa peralatan tempur dari Negeri Gingseng itu. Selain mendatangkan kapal LPD, Indonesia juga telah memboyong pesawat bikinan Korea Selatan, KT-1 Wong Bee. Pesawat ini selain digunakan sebagai pesawat latih, juga digunakan sebagai pesawat akrobatik. Korea saat ini juga sedang mengembangkan pesawat pengganti F-5 Tiger. Purnomo mengatakan Indonesia juga berencana untuk membeli pesawat ini nantinya.

Direktur Jenderal Rencana Pertahanan Marsekal Muda BS. Silaen mengatakan total anggaran untuk pengembangan pesawat KFX senilai US$ 8 miliar. Sekitar 80 persen biaya ditanggung oleh Korea Selatan dan 20 persen atau US$ 1,6 miliar ditanggung oleh Pemerintah Indonesia. "Tahun 2011 ini, kami menyiapkan anggaran Rp 48 miliar," katanya.

Secara bertahap, jumlah anggaran akan ditingkatkan. Tahun depan, anggaran yang disediakan untuk pengembangan KFX mencapai Rp 100 miliar. Purnomo berjanji bahwa kementeriannya pada 2013-2015 akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun setiap tahun.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso menyambut gembira kerja sama pembuatan pesawat tempur KFX tersebut. Dia mengatakan PT Dirgantara mampu memproduksi pesawat itu dan tidak ketinggalan dengan kemampuan Korea Selatan. "Tapi, ini memang pengalaman pertama buat PT DI mendesain pesawat tempur. Harapan kami setelah ini, kami mempunyai kemampuan mendesain dan memproduksi pesawat tempur," katanya.

Untuk proyek prestisius ini, Kementerian Pertahanan mengirim 37 orang yang terdiri dari enam orang pilot pesawat tempur TNI Angkatan Udara, tiga orang tim dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan, 24 orang teknisi dari PT Dirgantara Indonesia, dan empat dosen teknik penerbangan dari Institut Teknologi Bandung.

Rabu, 08 Juni 2011

DAFTAR JUARA Superliga Indonesia

Persipura mencatat kemenangan terbesar dan kemenangan tandang terbesar sepanjang musim 2010/11.

Oleh Donny Afroni

9 Jun 2011 04:31:00

Persipura Jayapura (GOAL.com/Dominggus A Mampioper)
Galeri Foto
Perbesar
Persipura Jayapura (GOAL.com/Dominggus A Mampioper)

Terkait

Tim

Persipura Jayapura telah memastikan diri menjadi juara Superliga Indonesia 2010/11 setelah mengalahkan Persisam Samarinda 2-1 di Stadion Segiri, Rabu [8/6].

Sukses itu membuat Persipura menorehkan dua gelar juara sejak kompetisi tertinggi di tanah air ini berubah menjadi Superliga pada musim 2008/09. Saat masih bernama Liga Indonesia, Persipura mendapatkan satu gelar juara pada tahun 2005.

Tim Mutiara Hitam juga berpeluang mendapat satu gelar lagi pada musim 2010/11. Hingga saat ini ujung tombak Boaz Solossa masih bertengger di puncak daftar top skorer dengan torehan 20 gol. Boaz berselisih empat gol dari striker Semen Padang Edward Wilson Junior.

Perjalanan Persipura untuk menjadi juara musim ini mengesankan. Dari 25 laga yang dijalani, Persipura memperoleh 16 kemenangan, tujuh kali imbang dan dua kekalahan. Dua laga yang membuat Persipura kehilangan angka adalah ketika dikalahkan Arema Indonesia dan Persiba Balikpapan masing-masing dengan skor 1-0.

Persipura juga mencatat kemenangan terbesar ketika mengalahkan Bontang FC 8-1 pada 20 Oktober 2010, serta kemenangan tandang terbesar saat menggilas Pelita Jaya Karawang 5-0.

Daftar Juara Superliga Indonesia:
2010/11 Persipura Jayapura
2009/10 Arema Indonesia
2008/09 Persipura Jayapura

Daftar Juara Liga Indonesia:
2007 Sriwijaya FC
2006 Persik Kediri
2005 Persipura Jayapura
2004 Persebaya Surabaya
2003 Persik Kediri
2002 Petrokimia Putra Gresik
2001 Persija Jakarta
1999/2000 PSM Makassar
1998/99 PSIS Semarang
1997/98 Kompetisi ditiadakan karena kerusuhan
1996/97 Persebaya Surabaya
1995/96 Mastrans Bandung Raya
1994/95 Persib Bandung

Daftar Juara Galatama:
1993/94 Pelita Jaya
1992/93 Arema Malang
1990/92 Arseto Solo
1990 Pelita Jaya
1988/89 Pelita Jaya
1987/88 Mitra Kukar
1986/87 Yanita Utama
1985 Krama Yudha Tiga Berlian Jakarta
1984 Yanita Utama
1983/84 Yanita Utama
1982/83 Mitra Kukar
1980/82 Mitra Kukar
1979/80 Warna Agung Jakarta

Daftar Juara Perserikatan:
1993/94 Persib Bandung
1992/93 Tak ada kompetisi [Format dua tahun sekali]
1991/92 PSM Makassar
1990/91 Tak ada kompetisi [Format dua tahun sekali]
1989/90 Persib Bandung
1988-89 Tak ada kompetisi [Format dua tahun sekali]
1987/88 Persebaya Surabaya
1986/87 PSIS Semarang
1986 Persib Bandung
1985 PSMS Medan
1984 Tak ada kompetisi
1983 PSMS Medan
1981/82 Tak ada kompetisi
1980 Persiraja Banda Aceh
1978/79 Persija Jakarta
1975/78 Persebaya Surabaya
1973/75 Persija Jakarta dan PSMS Medan [juara bersama]
1971/73 Persija Jakarta
1969/71 PSMS Medan
1968 Tak ada kompetisi
1967 PSMS Medan
1966 PSM Makassar
1965 PSM Makassar
1964 Persija Jakarta
1962-63 Tak ada kompetisi
1959-61 Persib Bandung
1957-59 PSM Makassar
1957 PSM Makassar
1955-56 Tak ada kompetisi
1954 Persija Jakarta
1953 Tak ada kompetisi
1952 Persebaya Surabaya
1951 Persebaya Surabaya
1950 Persebaya Surabaya
1949 Tak ada kompetisi
1948 Persis Solo
1944-47 Tak ada kompetisi
1943 Persis Solo
1942 Persis Solo
1941 Persis Solo
1940 Persis Solo
1939 Persis Solo
1938 VIJ Jakarta
1937 Persib Bandung
1936 Persis Solo
1935 Persis Solo
1934 VIJ Jakarta
1933 VIJ Jakarta
1932 PSIM Yogyakarta
1931 VIJ Jakarta